Stereotype orang Bali
Bali yang eksotis dan erotis. Seseorang memberi cap eksotis terhadap sesuatu karena orang itu berada di luar wilayah sesuatu yang dianggapnya eksotis, yang notabene baru dikenalnya. Dengan kata lain, jarak budaya menjadi salah satu penentu klaim eksotis. Penentu lainnya adalah subjektivitas atau cara pandang seseorang, serta pengaruh subjektivitas atau cara pandang orang lain terhadap seseorang itu.
Pemahaman atas strategi pencitraan yang selama ini diterjemahkan melalui televisi, info pariwisata ataupun cerita dari mulut ke mulut tentang Bali yang eksotis seringkali menjadi bias ketika orang luar Bali (atau bahkan masyarakat Bali sendiri) menemui realita yang tak sejalan dengan apa yang didengung-dengungkan. Realita tentang Bali yang feodal, Bali yang gamang, Bali yang fundamentalis, bahkan Bali yang penuh praktek kekerasan.
